Pages

Kamis, 17 November 2011

MENGATASI DEPRESI TANPA OBAT



Seseorang biasanya tidak sadar sedang mengalami depresi terutama depresi ringan hingga sedang karena gejalanya tidak terlalu mencolok . Ketika depresi telah menjadi berat, baru kemudian kebanyakan orang menemui dokter dan diresepkan obat anti depresan.
      Disamping berbagai macam efek sampingnya, ada baiknya depresi di atasi dengan cara-cara tanpa obat yang lebih menyehatkan.
1.  Olahraga
Olahraga dapat meredakna depresi, nampaknya cara kerjanya adalah dengan mempengaruhi pengeluaran bahan kimia otak yang mengatur suasan hati, yaitu NOREPINEFRIN dan SEROTONIN. Olahraga juga dapat melepaskan endofrin yang menyebabkan perasaan seperi “melayang” pada beberapa atlet pelari.
Profesor psikiatri dan ilmu perilaku di Durham NC, P Murali Doraiswamy MD, merekomendasikan agar melakukan olahraga sebanyak 3-5 kali seminggu selama 20 menit sampai 30 menit. Latihan aerobic seperti jalan cepat adalah yang terbaik.
2.  Terapi cahaya
Pada hari-hari mendung di musim dingin, beberapa orang rentan mengalami depresi ringan yang disebut gangguan afektif musiman atau seasonal affective disorder.
Salah satu cara untuk meredakan gejalanya adalah dengan terapi cahaya, yaitu duduk di dekat sebuah kotak dengan cahaya terang benderang seperti cahaya di luar.
Terapi ini biasanya dilakukan selama sekitar 15 menit dan meningkat hingga dua jam setiap hari. Waktunya tergantung pada tingkat keparah gejaladan intensitas cahaya yang ditentukan oleh dokter. Terapi ini tidak menyembuhkan depresi, namun dapat meringankan gejalanya setelah beberapa hari.
3.  Akupuntur
Seperti halnya banyak terapi altenatif lain, tidak ada data yang membuktikan akupuntur mampu mengurangi depresi. Namun beberapa penelitian menunjukan hal itu mungkin.
Salah satu penelitian kecil yang dilakukan Universitas Arizona terhadap 33 orang wanita depresi menemukan bahwa 64% dari pasien depresi mengalami perbaikan gejala setelah menjalani akupuntur, dibandingkan dengan hanya 27% pada kelompok yang tidak mendapat pengobatan serupa.



4.  Minyak ikan
Makan yang mengandung asam lemak omega-3 ditemukan pada ikan. Kajian mengenai minyak ikan tidak dapat disimpulkan , namun diperkirakan bahwa kekurangan asam lemak ini pada waktu tertentu dapat menyebabkan perubahan suasan hati dan depresi. Di daerah dimana konsumsi makanan dengan omega-3 nya tinggi, para penduduknya cendrung memiliki tingkat depresi yang rendah.  
5.  Yoga
Yoga dapt mengurangi stress dan gejala. Penelitian telah menu jukan bahwa pada penderita gangguan emosi dan depresi berat, berlatih yoga dapat mengurangi stress, rasa permusuhan, kecemasan, depresi, meningkatkan energy, kualitas tidur, dan kesejahteraan. Meskipun tidak terlau banyak penelitian pada tema ini, yoga terbukti dapat menjadi alat yang sederhana dan beresiko rendah untuk mengatasi depresi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar